Banjarbaru, 07 Februari 2014 pukul 21:55 Wita. Kamar tercinta yang lagi kayak kapal pecah.
Eri enter.
....
Gue cuma pengen curhat, di tengah-tengah kegalauan menyelesaikan requirement integrasi 2. Mulai dari pasien orto pertama yang terancam gagal perawatan karena gigi depannya patah. Kegalauan besok harus processing piranti orto pasien kedua. Integrasi BM yang gue sampai sekarang baru nyabut 3 gigi dari 20 gigi padahal 2 minggu lagi integrasi 2 berakhir. Sampai ke masalah hati (?) atau apapun yang disebut dengan feeling disorder.
Oke, berbicara tentang masalah dunia supernatural, ENTAH KENAPA gue juga nggak ngerti akhir-akhir ini rasanya gambaran itu kian nyata. Semacam feeling atau penglihatan entahlah apa itu, dan gue nggak peduli kalau dibilang lagi waham atau apapun istilah di kuliah saraf blok 6 dulu. Tapi, itu tu kayak nyata banget. Padahal jujur gue nggak mau itu terjadi. Jujur loh sejujur-jujurnya. Tapi kalau masalah lulus on time integrasi 2, 3, 4, 5, dan 6 itu harus dan aku bukan cuma berharap tapi berjuang sekuat tenaga. Suer!
Balik lagi ke masalah hati (?), sebenarnya kenapa bisa sih aku dikasih feeling gitu? Lo pasti bingung sebenarnya gue mau ngomong tentang apa. Gini, dalam hidup lo pasti punya kan tipe ideal Mr/Mrs Right lo kan? Nah, so do I. Tipe gue itu yaa.. tipe-tipe Alpha male gitu. Yaiyalah semua cewek juga kali maunya punya calon suami (ini pembicaraan serius bung) tipe itu kali, Eri!
Balik lagi ke masalah utamanya... Lo boleh percaya atau nggak, tapi ini murni bukan khayalan atu harapan gue, suer. Gue nggak ada rasa seriusan sama dia. We just friend, dan 99% impossible buat kita berdua buat serius jadi destiny. Dan gue juga yakin 99,99% logic thinkingnya dia juga mikir gitu. Yah, boleh dibilang hubungan yang aneh. Karena gue yakin dan gue sempet mergokin juga sekilas ada gelagat aneh dari dia. Tapi tenang, logic thinking dia selalu menang sama keraguan dia (Syukurlah!). Karena kalau nggak pasti kita berdua bakal awkward banget. Jadi, inti masalahnya gue itu punya feeling (atau waham) kalau sebenarnya Mr. Right yang selama ini gue cari itu dia, dan parahnya lagi gue punya feeling bahwa dia punya feeling kalau gue itu Mrs Rightnya dia yang selama ini dia cari. Dia sadar itu (karena emang keadaan gue juga nggak memungkinkan banget buat dia) dan logic thinkingnya untuk saat ini sukses melumpuhnya feeling (So, gue bersyukur untuk hal itu karena kita jadi santai aja kayak nggak ada problem).
Gue cuma berharap sih, kelar koass gue on time dan fungsi otak gue back to normal. Karena sumpah ini pemikiran paling absurd selama gue 4,5 tahun kuliah. Well, mari kita berdoa sama-sama koass gue selalu lancar dan bisa bikin senyum riang, bisa bikin bangga ortu juga, dan gue bisa secepatnya lanjutin kuliah ke luar. Lanjutin cita-cita gue yang sempat ketunda.
Dan buat tu orang, hahaha.. gue tau sepersekian bagian hati lo mengakui kalau lo tu sebenarnya udah falling sama gue (eh, sumpah ini narsis banget. Tapi bukan gue yang bilang tapi tu feeling waham yang bilang)
Okee, sekian curhat gue. Silahkan buat yang baca curhatan ini ketawa sepuasnya, mesem-mesem sepuasnya, atau ngelirik sinis. Feel free! Gue juga nggak peduli. Karena seandainya itu kejadian pun, kayaknya gue udah di negeri seberang deh, kalau nggak lagi ngambil M.Phil ya langsung Ph.D (haha, harus PEDE dong. Man Jadda Wajada!). So, buat tu orang seandainya suatu hari logic thinking lo yang kalah. Gue janji bakal ngeSMS lo buat baca curhatan ini. Karena kalau sampai hal itu kejadian, artinya apa yang selama ini dibilang sama keluarga besar gue kalau gue itu anak indigo ya emang fakta. Ah, udah ah makin absurd aja. Gue pamit dulu.. Cawwww..
P.S ada hal pokok yang paling gue benci ada di dia, tapi gue punya feeling kalau dia punya chance (semua orang juga gitu kali) buat berubah. Tapi tetap aja selama logic thinking gue masih waras ya pokoknya nggak! Kita stay friend aja please!
Eri left....

Comments

Popular Posts