Welcome Back Erie: Lovely Fams
Well, setelah hampir dua tahun absen ngeblog. Curcolan pun lebih banyak dicuapkan di media social. Ada banayak hal yang terjadi selama dua tahun ini. Kebanyakn kisah sedih menyayat hati sih. Dimana kesabaranku diuji habis-habisan. Telat lulus satu setengah tahun itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ada kalanya di saat keimanan dalam fase surut rasanya ingin kuakhiri saja sengalanya. Tapi Alhamdulillah Allah masih melindungiku. Aku masih menyayangi hidup itu sendiri. Toh, aku masih punya keluarga yang membutuhkanku. Dan aku sadar, di dunia ini ada ratusan juta orang yang rela bertukar nasibnya denganku.
Jadi setelah sekian lama ini, hingga aku kembali berbagi cerita. Ada hal-hal yang ingin kubagi padamu... Bahwa hidup tak sepahit itu, kawan. Memang hingga detik ini aku masih belum menggenggam gelar yang harusnya kudapatkan satu setengah tahun lalu. Tapi perlahan kehidupan di keluarga yang sempat mengalami kondisi keuangan yang sulit mulai menemukan titik terang walau belum sepenuhnya teratasi. Tapi kawan dengarlah ceritaku... Hidup tak seburuk yang kau kira. Ketika Abah mulai menjalankan pekerjaan barunya setelah hamir dua tahun terpuruk tanpa ada pemasukan dan keuangan keluarga hanya ditopang gajih mama yang tak seberapa setelah dipotong ini itu. Untuk menghidupi lima anaknya tentu sangat sulit. Dan cahaya itu pun muncul di saat tabungan abah yang sudah sangat menipis dan hutang bertebaran. Abah pun mendapatkan pekerjan barunya menjadi seorang kepala desa. Aku selali tau, Bah. Abah orang yang akan selalu beruntung.
Maafkan anakmu yang satu ini, abah mama uang kalian banyak habis untuk menguliahkan anakmu ini. Tapi sungguh, dibalik segala kekurangan pun kalian orang tua terkeren. Aku bersyukur menjadi anak kalian. Orang tua beranak lima yang akan menjadi orang tua keren sepanjang masa:
Anak pertamamu seorang calon drg, tni au yang akan ikut dokter gigi militer yang bertugas sebagai peacekeepernya PBB yang keren itu, calon menteri, dan calon ibu hebat sesudah mama.
Anak keduamu nanti akan jadi seorang cendekiawan ternama di dunia, seorang ahli agama sekaligus pendakwah kebajikan. dan calon ayah yang keren sesudah abah, bersamaan dengan anak keempat. Waktu akan mendewasakanmu dek, terus berjuang dan berkah di tanah para wali, doakan kakamu ini suatu saat bisa berkunjung kesana. Oh iya kau harus pulang di saat kakakmu ini menikah, cukup wisuda, sumpah dokter, dan upacara kelulusan kakak dari pendidikan militer yang kau lewatkan. Indonesia-Yaman itu jauh deket kok.
Anak ketigamu seorang fisioterapi yang akan menjadi lulusan luar negri untuk jenjang master dan doktoralnya. Yang walaupun saat ini masih jadi anak malas dan pemimpi ulung, tapi percayalah dek suatu saat mimpimu akan menjadi kenyataan. Terus berjuang yak dek jangan malas lagi. Oh iya walaupun suatu saat kamu akan jadi ibu yang hebat juga tapi pliss saat kita sudah punya keluarga masing-masing jangan jadi tukang gosip yang suka ngegosipin menantu mama yaa..
Anak keempatmu seorang calon dokter bedah lulusan luar negri, calon guru besar yang ilmu agamanya juga mumpuni... Jadilah B.J Habibie selanjutnya yaa dek. Jangan lupa yaa pergunakan bener-bener otak jeniusmu itu.
Anak kelimamu yang saat ini masih belum terlihat mau jadi apa besarnya nanti, semoga kamu jadi anak yang membanggakan kami semua yaa dek... Entah kamu mau jadi dokter, designer, atau ilmuwan tetaplah berada di jalanNya yaa dek..
Aku yakin suatu saat kebahagiaan akan menyapa dan bertahan selamanya untuk keluarga kita.
Dan nenek aku hampir melupakan beliau... Nenek sehat terus... Nenek harus menyaksikan cucumu ini membalas semua jasa dan ketulusan doamu... Aku sayang nenek, aku sayang kalian semua...
Hidup ini indah :')
Well, setelah hampir dua tahun absen ngeblog. Curcolan pun lebih banyak dicuapkan di media social. Ada banayak hal yang terjadi selama dua tahun ini. Kebanyakn kisah sedih menyayat hati sih. Dimana kesabaranku diuji habis-habisan. Telat lulus satu setengah tahun itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ada kalanya di saat keimanan dalam fase surut rasanya ingin kuakhiri saja sengalanya. Tapi Alhamdulillah Allah masih melindungiku. Aku masih menyayangi hidup itu sendiri. Toh, aku masih punya keluarga yang membutuhkanku. Dan aku sadar, di dunia ini ada ratusan juta orang yang rela bertukar nasibnya denganku.
Jadi setelah sekian lama ini, hingga aku kembali berbagi cerita. Ada hal-hal yang ingin kubagi padamu... Bahwa hidup tak sepahit itu, kawan. Memang hingga detik ini aku masih belum menggenggam gelar yang harusnya kudapatkan satu setengah tahun lalu. Tapi perlahan kehidupan di keluarga yang sempat mengalami kondisi keuangan yang sulit mulai menemukan titik terang walau belum sepenuhnya teratasi. Tapi kawan dengarlah ceritaku... Hidup tak seburuk yang kau kira. Ketika Abah mulai menjalankan pekerjaan barunya setelah hamir dua tahun terpuruk tanpa ada pemasukan dan keuangan keluarga hanya ditopang gajih mama yang tak seberapa setelah dipotong ini itu. Untuk menghidupi lima anaknya tentu sangat sulit. Dan cahaya itu pun muncul di saat tabungan abah yang sudah sangat menipis dan hutang bertebaran. Abah pun mendapatkan pekerjan barunya menjadi seorang kepala desa. Aku selali tau, Bah. Abah orang yang akan selalu beruntung.
Maafkan anakmu yang satu ini, abah mama uang kalian banyak habis untuk menguliahkan anakmu ini. Tapi sungguh, dibalik segala kekurangan pun kalian orang tua terkeren. Aku bersyukur menjadi anak kalian. Orang tua beranak lima yang akan menjadi orang tua keren sepanjang masa:
Anak pertamamu seorang calon drg, tni au yang akan ikut dokter gigi militer yang bertugas sebagai peacekeepernya PBB yang keren itu, calon menteri, dan calon ibu hebat sesudah mama.
Anak keduamu nanti akan jadi seorang cendekiawan ternama di dunia, seorang ahli agama sekaligus pendakwah kebajikan. dan calon ayah yang keren sesudah abah, bersamaan dengan anak keempat. Waktu akan mendewasakanmu dek, terus berjuang dan berkah di tanah para wali, doakan kakamu ini suatu saat bisa berkunjung kesana. Oh iya kau harus pulang di saat kakakmu ini menikah, cukup wisuda, sumpah dokter, dan upacara kelulusan kakak dari pendidikan militer yang kau lewatkan. Indonesia-Yaman itu jauh deket kok.
Anak ketigamu seorang fisioterapi yang akan menjadi lulusan luar negri untuk jenjang master dan doktoralnya. Yang walaupun saat ini masih jadi anak malas dan pemimpi ulung, tapi percayalah dek suatu saat mimpimu akan menjadi kenyataan. Terus berjuang yak dek jangan malas lagi. Oh iya walaupun suatu saat kamu akan jadi ibu yang hebat juga tapi pliss saat kita sudah punya keluarga masing-masing jangan jadi tukang gosip yang suka ngegosipin menantu mama yaa..
Anak keempatmu seorang calon dokter bedah lulusan luar negri, calon guru besar yang ilmu agamanya juga mumpuni... Jadilah B.J Habibie selanjutnya yaa dek. Jangan lupa yaa pergunakan bener-bener otak jeniusmu itu.
Anak kelimamu yang saat ini masih belum terlihat mau jadi apa besarnya nanti, semoga kamu jadi anak yang membanggakan kami semua yaa dek... Entah kamu mau jadi dokter, designer, atau ilmuwan tetaplah berada di jalanNya yaa dek..
Aku yakin suatu saat kebahagiaan akan menyapa dan bertahan selamanya untuk keluarga kita.
Dan nenek aku hampir melupakan beliau... Nenek sehat terus... Nenek harus menyaksikan cucumu ini membalas semua jasa dan ketulusan doamu... Aku sayang nenek, aku sayang kalian semua...
Hidup ini indah :')

Comments
Post a Comment