Kenangan


Perasaan itu datang tanpa diminta. Di saat aku berdiri detik ini dalam dimensiku saat ini. Memandangi rupa-rupa masa lalu yang kembali menyeruak. Seakan memutar kembali dimensi ruang dan waktu di saat kita masih bersama.
Ketika kehidupan di analogikan sebagai sebuah jalan, setiap orang bebas datang dan pergi berlalu lalang meninggalkan jejak yang membekas. Begitu juga kamu, kalian, dan mereka yang tanpa sadar telah meninggalkan seberkas memori di dalam potongan koronal berwarna abu-abu yang bernama hippocampus.
Egois memang jika aku menginginkan kamu, kalian, dan mereka selalu ada di sisiku. Membiarkan kalian terperosok dalam poros kehidupanku. Tapi memang sekeras apapun aku bertahan roda kehidupan akan selalu bergulir menyisakan fragmen-fragmen hidup yang disebut kenangan. Membuat rangkaian fragmen tersebut menjadi sebuah cerita utuh dalam rangkuman kehidupan.

Detik ini akan menjadi kenangan satu detik kemudian. Menit, jam, hari, minggu, bulan, dan bahkan tahun akan menjadi sebuah memori dalam relikui waktu yang terus bergulir. Namun satu hal yang harus kamu, kalian, dan mereka ingat. Meski tak lagi berada dalam poros kehidupanku.. aku akan selalu mengenang kamu, kalian, dan mereka dalam rangkuman kehidupanku.
Banjarbaru, 05 April 2013
Sebuah terima kasih untuk kamu, kalian, dan mereka..

Comments

Popular Posts